KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Mitra Plasma Sulteng Turun, Tertinggi Rp3.376 per Kg

15 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Mitra Plasma Sulteng Turun, Tertinggi Rp3.376 per Kg

sawitsetara.co - PALU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra plasma di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan untuk periode 1–30 September 2026.

Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma Provinsi Sulawesi Tengah pada 15 September 2026 di Aula UPT Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam berita acara penetapan harga, faktor K ditetapkan sebesar 86,79 persen. Sementara rata-rata harga crude palm oil (CPO) lokal dan ekspor tercatat Rp14.992,23 per kg, tidak termasuk PPN. Adapun rata-rata harga kernel lokal sebesar Rp11.602,31 per kg.

Berdasarkan penetapan tersebut, harga TBS tertinggi berada pada tanaman berumur 10–20 tahun, yakni Rp3.376,73 per kg.

Harga tersebut turun Rp39,91 per kg dibandingkan harga periode sebelumnya yang tercatat Rp3.416,64 per kg.

Penurunan juga terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman. Untuk tanaman umur tiga tahun, misalnya, harga TBS ditetapkan Rp2.722,78 per kg, turun Rp32,35 per kg dari periode sebelumnya.

turut berduka

Daftar Harga TBS Sawit Mitra Plasma Sulawesi Tengah

Umur 3 tahun: Rp2.722,78/kg

Umur 4 tahun: Rp2.912,59/kg

Umur 5 tahun: Rp3.079,82/kg

Umur 6 tahun: Rp3.085,42/kg

Umur 7 tahun: Rp3.180,47/kg

Umur 8 tahun: Rp3.255,23/kg

Umur 9 tahun: Rp3.345,68/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.376,73/kg

Umur 21 tahun: Rp3.297,58/kg

Umur 22 tahun: Rp3.316,10/kg

Umur 23 tahun: Rp3.294,74/kg

Umur 24 tahun: Rp3.264,97/kg

Umur 25 tahun: Rp3.163,35/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi dinilai memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan. Pengembangan pola tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan saat melakukan kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Jumat (11/9/2026).

14 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *